Comment

 

Tuesday, May 30, 2017

Pendidikan Agama Islam : Rasul-Rasul itu Kekasih ALLAH SWT.

0 comments
   Keimanan seseorang itu tidak sah sampai ia mengimani semua Nabi dan Rasul Allah Swt. Dan membenarkan bahwa Allah Swt. Telah mengurus mereka untuk membimbing dan mengluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya kebenaran. Allah Swt. Juga mewajibkan setiap orang Islam supaya beriman kepada semua Rasul yang diutus oleh-Nya, Tanpa membeda-bedakan antara rasul yang satu dan yang lainnya.
     
      Diantara para Rasul itu, Ada yang diceritakan dalam Al-Quran dan ada pula yang tidak diceritakan. Adapun Rasul-Rasul yang diceritakan dalam Al-Quran berjumlah dua puluh lima orang. Pada setiap umat pasti ada Rasul sebagai teladan hidup yang harus diikuti ajarannya dan diteladani jejaknya.

   Firman Allah Swt.:
 

aamana alrrasuulu bimaa unzila ilayhi min rabbihi waalmu/minuuna kullun aamana biallaahi wamalaa-ikatihi wakutubihi warusulihi laa nufarriqu bayna ahadin min rusulihi waqaaluu sami'naa wa-atha'naaghufraanaka rabbanaa wa-ilayka almashiiru

[2:285] Rasul telah beriman kepada Al Qur'an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami ta'at." (Mereka berdo'a): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali."


   Pada setiap umat, Allah pasti mengutus seorang Rasul. Rasul diutus oleh Allah Swt. Untuk membimbing umat manusia agar berjalan dalam rel yang benar. Yang sering terjadi adalah ketika masih ada Rasul, Mereka masih mengikuti ajarannya, Tetapi ketika Rasul tidak ada, Umat mulai menjauhi ajarannya. Bahkan, Ada yang mengaku dirinya sebagai Rasul.


A. Pengertian Iman Kepada Rasul-Rasul Allah Swt.

   Iman kepada Rasul berarti meyakini bahwa Rasul itu benar-benar utusan Allah Swt. Yang ditugaskan untuk membimbing umatnya ke jalan yang benar agar selamat di dunia dan akhirat.

1.) Nabi : Manusia pilihan yang diberi wahyu oleh Allah Swt. Untuk dirinya sendiri dan tidak mempunyai kewajiban untuk menyampaikan pada umatnya.

2.) Rasul : Manusia pilihan Allah Swt. Yang diangkat sebagai utusan untuk menyampaikan firman-firman-Nya kepada umat.manusia agar dijadikan pedoman hidup.


   Mengimani Rasul-Rasul Allah Swt. Merupakan kewajiban hakiki bagi seorang muslim karena merupakan bagian dari rukun iman yang tidak dapat ditinggalkan. Sebagai perwujudan iman tersebut, Kita wajib menerima ajaran-ajaran yang dibawa oleh Rasul-Rasul Allah Swt. Tersebut. Perintah beriman kepada Rasul Allah terdapat dalam surah an-Nisa/4 : 136


yaa ayyuhaa alladziina aamanuu aaminuu biallaahi warasuulihi waalkitaabi alladzii nazzala 'alaarasuulihi waalkitaabi alladzii anzala min qablu waman yakfur biallaahi wamalaa-ikatihi wakutubihi warusulihi waalyawmi al-aakhiri faqad dhalla dhalaalan ba'iidaan
[4:136] Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.


B. Sifat Rasul-Rasul Allah Swt

     Rasul sebagai utusan Allah Swt. Memiliki sifat-sifat yang melekat pada dirinya. Sifat-sifat ini sebagai bentuk kebenaran seorang Rasul. Sifat-sifat tersebut adalah sifat wajib, Sifat mustahil, Dan sifat jaiz.

1. Sifat Wajib

   Sifat wajib artinya sifat yang pasti ada pada Rasul. Tidak bisa disebut seorang Rasul jika tidak memiliki sifat-sifat ini. Sifat wajib ini ada 4, Yaitu sebagai berikut.

a. As-Siddiq

   As-siddiq, yaitu Rasul selalu benar. Apa yang dikatakan Nabi Ibrahim as. Kepada bapaknya adalah perkataan yang benar. Apa yang disembah oleh bapaknya adalah suatu yang tidak memberi manfaat dan memdarat, Jauhilah. Peristiwa ini di abadikan pada Q.S. Maryam/19 : 41, Sebagai berikut ini :


waudzkur fii alkitaabi ibraahiima innahu kaana shiddiiqan nabiyyaan
[19:41] Ceritakanlah (Hai Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Al Kitab (Al Quraan) ini. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan905 lagi seorang Nabi.


b. Al-Amanah

   Al-Amanah, Yaitu Rasul selalu dapat dipercaya. Di saat kaum Nabi Nuh as. Mendustakan apa yang dibawa oleh Nabi Nuh as. Lalu Allah Swt. Menegaskan bahwa Nuh as, Adalah orang yang terpercaya (amanah). Sebagaimana dijelaskan dalam Q.S asy-syuara/26 106-107 sebagai berikut ;

 waudzkur fii alkitaabi ibraahiima innahu kaana shiddiiqan nabiyyaan
[19:41] Ceritakanlah (Hai Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Al Kitab (Al Quraan) ini. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan905 lagi seorang Nabi.



innii lakum rasuulun amiinun
[26:107] Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,




c. At-Tablig

   At-Tablig, Yaitu Rasul selalu menyampaikan wahyu. Tidak ada satu pun ayat yang disembunyikan Nabi muhammad saw. Dan tidak disampaikan pada umatnya. Dalam sebuah riwayat.diceritakan bahwa Ali bin Abi Talib ditanya tentang wahyu yang tidak terdapat dalam Al-Quran, Ali pun menegaskan bahwa,

"Demi zat yang membelah biji dan melepas napas, Tiada yang disembunyikan kecuali pemahaman seseorang terhadap Al-Quran." Penjelasan ini terkait dengan Q.S. Al-maidah/5 : 67 berikut ini

 yaa ayyuhaa alrrasuulu balligh maa unzila ilayka min rabbika wa-in lam taf'al famaa ballaghta risaalatahu waallaahu ya'shimuka mina alnnaasi inna allaaha laa yahdii alqawma alkaafiriina

[5:67] Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia430. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.

   Al-kisah, Sehabis kaum Quraisy membangun kabah bersama Rasulullah saw, Mereka berselisih dan bertengkar antara satu suku dan suku lainnya soal siapa yang berhak untuk meletakkan Hajar Aswad du tempatnya semula. Masing-masing merasa lebih berhak dari pada yang lain dan tidak ada yang mau mengalab. Kemudian, Mereka sepakat untuk mencari juru penengah. Mereka bersepakat siapa saja yang pertama kali muncul dijalan besar, Dialah juru penengahnya. Tiba-tiba mereka melihat ada seseorang yang muncul di jalan besar. Ternyata beliau adalah Rasulullah saw.

   "Telah datang wahai orang terpecaya al-amin," kata mereka. Kemudian, Mereka menceritakan apa yang jadi persoalan mereka selama ini . Maka, Rasulullah saw. Meletakkan Hajar Aswad di atas kain dan mengundang para pemimpin mereka untuk memegang ujung-ujung kain itu dan diangkat bersama-sama, Kemudian Rasulullah saw mengambil dan meletakkan Hajar Aswad ke semula. Sungguh jalan keluar dan penyelesaian yang sangat cerdas yang diperlihatkan Rasulullah saw. Di hadapan kelompok yang bertengkar. (Riwayat Imam dan Abu Ishaq).


d. Al-Fatanah

    Al-Fatanah, Yaitu rasul memiliki kecerdasan yang tinggi, Ketika terjadi perselisihan antara kelompok kalibah di Mekah, Setiap kelompok memaksakan kehendak untuk meletakkan Al-Hajar Al-Aswad (batu hitam) di atas kabah, Lalu Rasulullah saw. Menengahi dengan cara semua kelompok yang bersengketa agar memegang ujung dari kain itu. Kemudian, Nabi meletakkan batu itu ditengahnya, Dan mereka semua mengangkat hingga sampai di atas kabah. Sungguh cerdas Rasulullah saw.


2. Sifat Mustahil

   Sifat mustahil adalah sifat yang tidak mungkin ada pada Rasul. Sifat mustahil ini lawan dari sifat wajib, Yaitu sebagai berikut.


a. Al-Kizzib

  Al-Kizzib, Yaitu mustahil rasul itu bohong atau dusta. Semua perkataan dan perbuatan Rasul tidak pernah berbohong atau dusta.

 maa dhalla shaahibukum wamaa ghawaa
[53:2] kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru.

 in huwa illaa wahyun yuuhaa
[53:4] Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).


b. Al-Khianah

   Al-Khianah, Yaitu mustahil Rasul itu khianat. Semua yang diamanatkan kepadanya pasti dilaksanakan.

@@@@@qs al-an'am 106@@@@@


c. Al-Kitman

   Al-Kitman, Yaitu mustahil Rasul menyembunyikan kebenaran. Setiap firman yang ia terima dari Allah Swt. Pasti ia sampaikan kepada umatnya.

 qul laa aquulu lakum 'indii khazaa-inu allaahi walaa a'lamu alghayba walaa aquulu lakum innii malakun in attabi'u illaa maa yuuhaa ilayya qul hal yastawii al-a'maa waalbashiiru afalaa tatafakkaruuna
[6:50] Katakanlah: Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Katakanlah: "Apakah sama orang yang buta dengan yang melihat?" Maka apakah kamu tidak memikirkan(nya)?"


d. Al-Baladah

  Al-Baladah, Yaitu mustahil Rasul itu bodoh, Meskipun Rasulullah saw. Tidak bisa membaca dan menulis (ummi) tetapi ia pandai.

 khudzi al'afwa wa/mur bial'urfi wa-a'ridh 'ani aljaahiliina
[7:199] Jadilah engkau pema'af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.

  Disamping Rasul memiliki sifat wajib dan juga lawannya, Yaitu sifat mustahil, Rasul juga memiliki sifat jaiz, Tentu saja sifat jaiz-Nya Rasul dengan dengan sifat jaiz-Nya Allah Swt. Sangat berbeda.
   Allah Swt. Berfirman :

 waqaala almalau min qawmihi alladziina kafaruu wakadzdzabuu biliqaa-i al-aakhirati wa-atrafnaahum fiialhayaati alddunyaa maa haadzaa illaa basyarun mitslukum ya/kulu mimmaa ta/kuluuna minhu wayasyrabu mimmaa tasyrabuuna
[23:33] Dan berkatalah pemuka-pemuka yang kafir di antara kaumnya dan yang mendustakan akan menemui hari akhirat (kelak) dan yang telah Kami mewahkan mereka dalam kehidupan di dunia: "(Orang) ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, dia makan dari apa yang kamu makan, dan meminum dari apa yang kamu minum.



    Selain tersebut diatas, Rasul juga memiliki sifat-sifat yang tidak terdapat padas selain Rasul, Yaitu sebagai berikut.

1. Ishmaturrasul adalah orang yang mashum, Terlindung dari dosa dan salah dalam kemampuan pemahaman agama, Ketaatan, Dan menyampaikan wahyu Allah Swt. Sehingga selalu siaga dalam menghadapi tantangan dan tugas apa pun.

2. Iltizamurrasul adalah orang-orang yang selalu komitmen dengan apa pun yang mereka ajarkan. Mereka bekerja dan berdakwah sesuai dengan arahan dan perintah Allah Swt. Meskipun untuk menjalankan perintah Allah Swt. Itu harus berhadapan dengan tantangan-tantangan yang berat baik dalam diri pribadinya maupun diri para musuhnya. Rasul tidak pernah sejengkal pun menghindar atau mundur dari perintah Allah Swt.


C. Tugas Rasul-Rasul Allah Swt.

   Para rasul dipilih oleh Allah Swt. Dengan mengemban tugas yang tidak ringan. Di antara tugas-tugas Rasul itu adalah sebagai berikut.

1. Menyampaikan risalah dari Allah Swt.
2. Mengajak kepada tauhid, Yaitu mengajak umatnya untuk mengesakan Allah Swt. Dan menjauhi perilaku musyrik (menyekutukan Allah).
3. Memberi kabar gembira kepada orang mumin dan memberi peringatan kepada orang kafir.
4. Menunjukan jalan yang lurus
5. Membersihkan dan menyucikan jiwa manusia serta mengajarkan kepada mereka kitab dan hikmah.
6. Sebagai hujjah bagi manusia.


D. Hikmah Beriman Kepada Rasul-Rasul Allah Swt.

  Pentingnya orang Islam beriman kepada Rasul bukan tanpa alasan. Di samping karena diperintahkan oleh Allah Swt, Juga ada manfaat dari hikmah yang dapat diambil dari beriman kepada Rasul. Di antara manfaat dan hikmah kepada para Rasul adalah.

1. Makin sempurna imannya.
2. Terdorong untuk menjadikan contoh dalam hidupnya.
3. Terdorong untuk melakukan perilaku sosial yang baik.
4. Memiliki teladan dalam hidupnya.
 
    Firman Allah Swt :

 laqad kaana lakum fii rasuuli allaahi uswatun hasanatun liman kaana yarjuu allaaha waalyawma al-aakhira wadzakara allaaha katsiiraan
[33:21] Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.

5. Mencintai para Rasul dengan cara mengikuti dan mengamalkan ajarannya.

   Firman Allah Swt .:

 qul in kuntum tuhibbuuna allaaha faittabi'uunii yuhbibkumu allaahu wayaghfir lakum dzunuubakum waallaahu ghafuurun rahiimun
[3:31] Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

6. Mengetahui hakikat dirinya bahwa ia diciptakan Allah Swt. Untuk mengabdi kepada-Nya.

Allah memilih manusia menjadi Rasul, Karena:
1.) Mudah berkomunikasi.
2.) Mudah diterima dalam menyampaikan wahyunya.
3.) Mudah dipahami.
4.) Mudah dihafalkan.

   Perilaku mulia yang dicerminkan oleh orang yang beriman kepada Rasul adalah seperti berikut.

1. Menjunjung tinggi risalah (ajaran Allah Swt. Yang disampaikan Rasul-Nya).

2. Melaksanakan seruannya untuk beribadah hanya kepada Allah Swt. Firman Allah Swt.:

 wau'buduu allaaha walaa tusyrikuu bihi syay-an wabialwaalidayni ihsaanan wabidzii alqurbaawaalyataamaa waalmasaakiini waaljaari dzii alqurbaa waaljaari aljunubi waalssahibi bialjanbi waibnialssabiili wamaa malakat aymaanukum inna allaaha laa yuhibbu man kaana mukhtaalan fakhuuraan
[4:36] Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh294, dan teman sejawat, ibnu sabil295 dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri,


3. Giat dan rajin bekerja mencari rizki yqng halal, Sesuai dengan keahliannya. Orang-orang yang beriman kepada Rasul tidak akan menjadi orang-orang yang malas bekerja, Duduk berpangku tangan, Tidak mau berusaha sehingga hidupnya menjadi beban orang lain. Mereka menyadari bahwa memenuhi kebutuhan diri sendiri jauh lebih terhormat dari pada karena belaa kasihan dan pertolongan orang lain.

4. Selalu mengingat , Memahami, Dan perilaku sesuai dengan tuntunan Rasulullah saw.

5. Melakukan usaha-usaha agar kualitas hidupnya meningkat ke derajat yang lebih tinggi. Usaha-usaha itu, Misalnya seperti berikut.

a. Memelihara dan meningkatkan iman dan takwa kepada Allah Swt.
b. Memelihara dan meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani.
c. Meningkatkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat. Misalnya, Ilmu pengetahuan tentang pertanian, Perikanan, Peternakan, Teknologi, Kedokteran, Perdagangan, Industri, Transportasi, Dan ekonomi. Ilmu-ilmu pengetahuan tersebut hendaknya digunakan sebagai bekal dalam beribadah dan usaha menyejahterakan umat manusia. Allah Swt. Berfirman :

 yaa ayyuhaa alladziina aamanuu idzaa qiila lakum tafassahuu fii almajaalisi faifsahuu yafsahi allaahu lakum wa-idzaa qiila unsyuzuu faunsyuzuu yarfa'i allaahu alladziina aamanuu minkum waalladziina uutuu al'ilma darajaatin waallaahu bimaa ta'maluuna khabiirun
[58:11] Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

6. Terus berdakwah agar ajaran yang dibawa Rasul tidak sima.



RANGKUMAN

1. Nabi adalah manusia pilihan Allah Swt. Yang diberi wahyu hanya untuk dirinya sendiri. Jumlah Nabi berdasarkan hadis riwayat Ahmad ada 124.000 Nabi.

2. Jumlah Rasuk berdasarkan hadis riwayat Ahmad adalah 315 Rasul.

3. Sifat-sifat yang dimiliki Rasul adalah sifat wajib (As-siddiq, Al-amanah, At-tablig dan Al-fatanah), Sifat mustahil (Al-kizzib, Al-khianah, Al-khitman, Al-baladah).

4. Tugas para Rasul adalah mengajarkan tauhid, Mengajarkan cara beribadah, Menjelaskan hukum-hukum Allah Swt. Dan batasannya bagi manusia, Memberi teladan kepada umatnya, Memperbaiki jiwa manusia.



0 comments:

Post a Comment

 
Rizky Wara | Blog © 2017 .