Comment

 

Saturday, May 27, 2017

Kutipan Novel Angkatan 20-30an Paling Singkat

0 comments
 Pada Postingan kali ini saya berbagi Kutipan singkat dari beberapa Novel angkatan 20-30an,Berikut materinya:

Hanafi menyesali dirinya tidak berhingga-hingga. Maka ditutupnyalah mukanya dengan kedua belah tangannya, lalu menangis mengisak-isak sambil berseru dalam hatinya. “Oh, Corrie, Corrie istriku! Di manakah engkau sekarang? Lihatlah suamimu menyadari untung, lekaslah kembali, supaya kita menyambung hidup kembali seperti dulu.”  (Salah Asuhan, Abdul Muis, 1928)

Namun karena masih merasa sakit hati, Zainuddin menyuruh Hayati pulang ke kampung halamannya saja. Esok harinya, Hayati pulang dengan menumpang Kapal Van Der Wijck.
Setelah Hayati pergi, barulah Zainuddin menyadari bahwa ia tak bisa hidup tanpa Hayati. Apalagi setelah membaca surat Hayati yang bertulis “aku cinta engkau, dan kalau kumati, adalah kematianku di dalam mengenang engkau.” Maka segeralah ia hendak menyusul Hayati ke Jakarta. Saat sedang bersiap-siap, tersiar kabar bahwa kapal Van Der Wijck tenggelam. Seketika Zainuddin langsung syok, dan langsung pergi ke Tuban bersama Muluk untuk mencari Hayati.”(Tenggelamnya kapal van der wijck , H.Abdul Malik Karim, 1937 )
Gadis berdua itu adik dan kakak.hal itu terang kelihatan pada air mukanya. Meskipun muka yang tua,yang tegap perawakannya,agak bulak dan sedikit muka yang muda agak kepanjang-panjangan oleh karena ramping dan kecil badannya,garis mulut,hidung dan teristimewa mata keduanya nyata membayangkan persamaan yang hanya terdapat pada orang berdua bersaudara.Tuti yang tertua antara dua saudara itu,25 tahun usianya,sedang adiknya maria baru 20 tahun.mereka ialah anak Raden wiriaatmaja,bekas wedana didaerah Banten. Yang pada ketika itu,hidup dengan pensiunnya di jakarta bersama-sama kedua anaknya itu Maria masih murid H.B.S Carpentier Alting Stichting kelas penghabisan dan tuti menjadi guru pada sekolah HIS Arjuna diPetojo .(Layar terkembang,Sultan takdir alisjahbana,Balai pustaka,1939)
Kakek itu adalah juru kunci makam ronggowarsito diDesa Palar,Klaten.makam itu sebenarnya sebuah kompleks,karena disitu juga dikuburkan orang-orang besar Surakarta.Ia mewarisi pekerjaan dari ayahnya,ayahnya dari ayahnya dan seterusnya.Orang  yang menjadi juru kunci pertama masih saudara dekat dengan Ronggowarsito.Dengan demikian Abu Kasan Sapari dapat mengaku masih sedarah dengan sang pujangga terakhir.    (Mantra penjinak ular,kuntowijoyo 1987)

0 comments:

Post a Comment

 
Rizky Wara | Blog © 2017 .