Comment

 

Wednesday, May 17, 2017

Analytic Exosisition | Global Warming Is It An End To Our world ? Beserta Terjemahan Bahasa Indonesia

0 comments
GLOBAL WARMING
Is it an end to our world?

           The devastating impact of global warming is already evident everywhere in the world, as also in Indonesia. If warming continuous at this rate, can you imagine what will be the condition of Indonesia 10 to 15 years from now?
          There is irrefutable evidence that human activity since the industrial revolution has changed the atmosphere of our earth and continuous doing so. Since the time we started industrializing, we started polluting; polluting our waters, our air, releasing green house gases that contribute toward global warming. Human activity will continue to affect out our earth but we need to make changes before our earth succumbs to the pressures of global warming and disappears altogether.
          According to a research by Greenpeace, there is extensive deforestation being carried out in Indonesia; half of the tropical rainforests have been destroyed. We are either bulldozing or burning thousands and thousands of acres of tropical forests in order to grow crops. Are we growing these crops to feed our own people? No, these acres and acres of forestland are used to grow crops like palm oil, palm sugar and coffee-the lifeline of western food industries Forests are lungs of our earth. Trees store carbon dioxide and release it as oxygen. Since there are not enough tress left to absorb the huge amounts of carbon dioxide produced, it disrupts the natural balance and contributes towards climatic changes, which is a consequence of global warming (Green peace report, 2007)
         The impact of climatic change is noticeable throughout Asia-Pacific by a simple observation. Either there are extremely hot days or too much rain accompanied by wind and thunderstorm that disrupts the daily activities. Experts are of the opinion that these changes will continue to happen more often. Furthermore, the shifting weather patterns have made it disastrous effect on economy and on the people of Indonesia now will become a norm in 2020 (Reuters, 2007).
         Moreover, experts are the opinion that rapid onset of the clime changes will threaten the biodiversity. Due to extreme climates the catches of fish would decrease as much as 40% in Indonesia. Research has shown that majority of people in Indonesia depend on the sea for their livelihood; those people will be drastically affected, as will be the economy of the country (Green peace report, 2007).
         Additionally, shifting weather patterns have made it difficult for famers to decide when to plant crop failures. A recent study has shown that Indonesia has a loss of 300,000 tons of crop production every year that is three times the loss in previous decades. It is impossible to say how this change will affect the long-term viability of palm oil and other commodities but it will certainly have a disruptive impact (Reuters, 2007)
         Eventually global warming will not only affect economy, but it will also affect the health of people. It is predicted there will be dramatic increase in death toll. People will die due to floods, extreme heat, heat waves and storms, Due to the change, the bacteria and viruses will also mutate and a lot incurable diseases will be responsible for deaths of millions of people (Science Daily, 2007).
      
         Global Warming is not a new problem nor is Indonesia solely responsible for it. But as it is, Indonesia will be among the most vulnerable as it is one of the greenhouse gas emitter after China and USA. The government of Indonesia recognizes that it is a huge issue that will affect us if attention is not paid to it. The government is making every possible effort they can to tackle this issue but we have to do our part.

 Terjemahan Bahasa Indonesia :
PEMANASAN GLOBALApakah ini akhir dari dunia kita?

           
Dampak dahsyat dari pemanasan global sudah terlihat di mana-mana di dunia, seperti juga di Indonesia. Jika pemanasan terus menerus pada tingkat ini, bisakah anda bayangkan kondisi Indonesia 10 sampai 15 tahun dari sekarang?
          
Ada bukti yang tak terbantahkan bahwa aktivitas manusia sejak revolusi industri telah mengubah atmosfer bumi kita dan terus melakukannya. Sejak kami mulai melakukan industrialisasi, kami mulai mencemari; Mencemari perairan kita, udara kita, melepaskan gas rumah hijau yang berkontribusi terhadap pemanasan global. Aktivitas manusia akan terus mempengaruhi bumi kita tapi kita perlu melakukan perubahan sebelum bumi kita menyerah pada tekanan pemanasan global dan sama sekali hilang.
          
Menurut sebuah penelitian oleh Greenpeace, terjadi penggundulan hutan yang ekstensif di Indonesia; Setengah dari hutan hujan tropis telah hancur. Kami menirukan atau membakar ribuan hektar hutan tropis untuk menanam tanaman. Apakah kita menanam tanaman ini untuk memberi makan rakyat kita sendiri? Tidak, hektar dan hektar hutan ini digunakan untuk menanam tanaman seperti minyak sawit, gula aren dan kopi - jalur kehidupan industri makanan barat. Hutan adalah paru-paru bumi kita. Pohon menyimpan karbon dioksida dan melepaskannya sebagai oksigen. Karena tidak ada cukup banyak sisa untuk menyerap sejumlah besar karbon dioksida yang dihasilkan, hal itu mengganggu keseimbangan alami dan berkontribusi terhadap perubahan iklim, yang merupakan konsekuensi dari pemanasan global (Green peace report, 2007)
         
Dampak perubahan iklim terlihat di seluruh Asia Pasifik dengan pengamatan sederhana. Entah ada hari yang sangat panas atau hujan yang terlalu banyak disertai angin dan badai yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Para ahli berpendapat bahwa perubahan ini akan terus terjadi lebih sering. Selanjutnya, pola cuaca yang bergeser telah membuat dampak bencana terhadap ekonomi dan masyarakat Indonesia sekarang akan menjadi norma pada tahun 2020 (Reuters, 2007).
         
Selain itu, para ahli berpendapat bahwa onset cepat perubahan iklim akan mengancam keanekaragaman hayati. Karena iklim yang ekstrim, tangkapan ikan akan turun sebanyak 40% di Indonesia. Penelitian telah menunjukkan bahwa mayoritas penduduk Indonesia bergantung pada laut untuk penghidupan mereka; Orang-orang akan terpengaruh secara drastis, seperti juga ekonomi negara (laporan perdamaian hijau, 2007).
         
Selain itu, pergeseran pola cuaca telah menyulitkan para famers untuk memutuskan kapan menanam gagal panen. Sebuah studi baru-baru ini menunjukkan bahwa Indonesia kehilangan 300.000 ton produksi tanaman pangan setiap tahunnya yang tiga kali mengalami kerugian pada dekade-dekade sebelumnya. Tidak mungkin mengatakan bagaimana perubahan ini akan mempengaruhi kelayakan jangka panjang komoditas kelapa sawit dan komoditas lainnya namun tentu saja akan memiliki dampak yang mengganggu (Reuters, 2007)
         
Akhirnya pemanasan global tidak hanya akan mempengaruhi ekonomi, tapi juga akan mempengaruhi kesehatan masyarakat. Diperkirakan akan ada peningkatan dramatis jumlah korban tewas. Orang akan meninggal akibat banjir, panas yang ekstrim, gelombang panas dan badai. Karena perubahan tersebut, bakteri dan virus juga akan bermutasi dan banyak penyakit yang tidak dapat disembuhkan akan menyebabkan kematian jutaan orang (Science Daily, 2007).
      
         
Pemanasan Global bukanlah masalah baru dan juga Indonesia hanya bertanggung jawab atas hal tersebut. Tapi seperti apa adanya, Indonesia akan termasuk yang paling rentan karena merupakan salah satu penghasil gas rumah kaca setelah China dan Amerika Serikat. Pemerintah Indonesia menyadari bahwa ini adalah masalah besar yang akan mempengaruhi kita jika perhatian tidak diberikan padanya. Pemerintah berusaha semaksimal mungkin untuk mengatasi masalah ini tapi kita harus melakukan bagian kita.

0 comments:

Post a Comment

 
Rizky Wara | Blog © 2017 .